Senin, 30 Oktober 2017

Tugas 2 ADPU4334-Kepemimpinan



Gaya Kepemimpinan di Lingkungan Kerja

Bab I
Pendahuluan

Pemimpin dalam pengertian sehari hari dapat kita artikan sebagai sebuah lakon atau peran atau ketua dalam sistem di suatu organisasi atau kelompok. Sedangkan kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja guna mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan sendiri adalah ilmu atau seni mempengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti yang diharapkan dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Tiap pemimpin tentu punya gaya kepemimpinan yang berbeda-beda dalam memimpin timnya. Banyak yang berpikir bahwa pemimpin demokratis lebih baik daripada pemimpin yang otoriter. Padahal, tidak ada gaya memimpin yang baik atau pun buruk. Tiap gaya kepemimpinan akan menjadi baik jika dihadapkan pada situasi yang sesuai.
Berikut beberapa ulasan mengenai tipe atau gaya pemimpin yang sering dilakukan di berbagai tempat :
1.     Gaya kepemimpinan otoriter
Atasan yang tergolong control-freak memang cenderung tidak disukai. Gaya memimpin seperti ini memusatkan kekuatan dan pengambilan keputusan pada atasan saja, dan cenderung tidak mempertimbangkan masukan-masukan dari bawahan. Walaupun kedengarannya buruk, gaya kepemimpinan otoriter justru cocok diterapkan di situasi krisis yang memerlukan pengambilan keputusan secara cepat. Gaya memimpin yang otoriter juga cocok untuk pekerjaan yang sifatnya prosedural. Namun, bagaimana pun, otoritas yang berlebihan ini mematikan kreativitas karyawan dan cenderung membuat pemimpin menjadi abusive dan controlling.
  
2.    Gaya Kepemimpinan Birokratis
Gaya kepemimpinan birokratis adalah gaya memimpin yang sangat mengikuti aturan atau prosedur yang ada. Dengan gaya birokratis ini, konflik ide antara atasan dan bawahan dapat terhindarkan karena semuanya hanya harus mengikuti aturan yang sudah disusun. Gaya kepemimpinan birokratis sangat cocok diterapkan dalam mengelola pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis seperti mengoperasikan mesin. Namun, gaya ini tidak akan mengembangkan kreativitas dan inovasi para bawahan. Karyawan yang sangat imajinatif akan membenci gaya kepemimpinan ini.
3.      Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
Laissez faire adalah istilah Perancis yang berarti leave it be. Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan ini memberikan keleluasaan kepada bawahannya untuk bekerja sendiri. Ia tetap memberikan saran serta petunjuk untuk bawahannya, namun membebaskan cara kerja atau deadline untuk ditentukan oleh bawahannya sendiri.Gaya memimpin yang bersifat laissez faire efektif diterapkan di situasi kerja yang berisi karyawan-karyawan yang ahli dan berpengalaman. Dengan gaya ini, karyawan akan sangat menjunjung kreativitas dan inovasi, dan atasan atau pemimpin akan punya lebih banyak waktu untuk fokus ke pekerjaannya sendiri.
Namun, gaya kepemimpinan ini tidak bisa diterapkan jika karyawan-karyawan yang dibawahi tidak berpengalaman atau tidak bisa diandalkan.

4.    Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis menjunjung keseimbangan antara otoritas pemimpin dan partisipasi dari bawahan. Dengan gaya prinsip demokrasi, bawahan dan atasan bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang dihadapi. Tidak seperti gaya otoriter, dengan gaya kepemimpinan demokratis kedua belah pihak sama-sama terlibat dalam pengambilan keputusan. Namun, berdiskusi dengan prinsip demokrasi sangat memakan waktu, sehingga gaya memimpin ini tidak dapat diterapkan dalam situasi krisis di mana dibutuhkan pengambilan keputusan yang cepat.

Bab II.
Gaya Kepemimpinan di Lingkungan Kerja
Berdasarkan berberapa contoh gaya kepemimpinan yang saya uraikan diatas, dilingkungan tempat kami bekerja lebih cenderung mengarah ke gaya ke 4 yakni gaya kepemimpinan demokratis, walaupun terkadang juga lebih condong ke gaya kepemimpinan Laissez Faire.
Saat ini saya bekerja di salah satu lembaga pendidikan Islam di daerah Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Saya berprofesi sebagai pengajar / guru yang bertugas di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di sekolah kami di pimpin seorang Kepala Madrasah yang juga mengajar di tempat yang sama. Dalam melaksankan kegiatan belajar mengajar di kelas atau istilahnya KBM, selalu di awali dengan rapat awal semester guna membahas dan mengevaluasi tentang metode apa yang akan diberikan sebagai bahan dan juga persiapan untuk memasuki kegiatan KBM ini sekaligus mengevaluasi secara keseluruhan mengenai rangkaian pelaksanaan kegiatan KBM yang telah berjalan di semester sebelumnya. Disaat inilah biasanya sang Kepala Madrasah meminta masukan dan saran saran dari seluruh peserta rapat yang terdiri dari unsur guru, staff, termasuk bagian dari tata usaha (TU). Dalam proses ini terkadang terjadi satu perdebatan yang cukup alot mengingat banyak sekali kendala kendala yang datang baik dari siswa maupun sarana prasarana yang belum mendukung. Namun semua itu bisa diatasi dengan masukan masukan berdasarkan studi dan pengalaman dari guru guru lain yang menemukan kendala yang sama di lapangan. Secara umum dalam kepemimpinan di tempat kami cukup kondusif mengingat kita sudah sama sama meletakan suatu tujuan bersama yakni mendidik generasi penerus bangsa dengan tetap menjunjung semboyan Ikhlas Beramal. Kami sudah di biasakan untuk tidak pantang menyerah walaupun dalam proses pembelajaran di tempat kami banyak mengalami kendala dan kekurangan yang banyak. Karenanya Kepala Sekolah menekankan bahwa segala perbaikan mutu pendidikan dan lain sebagainya akan selalu dilaksanakan sembari berjalan. Satu prinsip yang sudah ditanamkan oleh pimpinan kami di sekolah adalah kerjakanlah sesuai dengan bidangmu dengan baik dan penuh bertanggung jawab serta di iringi dengan rasa ikhlas yang tinggi, dengan demikian kemudahan dan rasa senang hati selalu menyertai setiap pekerjaan yang kamu lakukan. Dan inilah yang menjadi penyemangat kami semua di sekolah sebagai lingkungan tempat mengabdi.

Bab III
Penutup
Memimpin itu adalah seni, dan seni tentunya selalu dibarengi dengan budaya. Artinya bahwa menjadi pemimpin hendaklah mengedepankan dari etika berbudaya yang baik dan bernilai seni tinggi. Itulah gaya. Gaya memimpin yang selalu melihat, mendengar, dan mengayomi seluruh komponen yang di pimpinnya. Gaya seperti ini akan menghasilkan suatu outcome yang baik pula. Sebaliknya jika gaya memimpin tidak mendasarkan diri kepada seni dan berbudaya yang baik, maka yang akan terjadi adalah kekakuan etika memimpin.
--o0o--

Tugas ADPU4334 Kepemimpinan



Makalah Urgensi Kepemimpinan Dalam Organisasi Publik
Di Susun oleh : Bambang Suswadi
NIM : 014017754

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karenanya manusia di ciptakan bergantung satu dengan lainnya. Manusia harus selalu berinteraksi dan beradaptasi dengan sesama maupun dengan lingkungan secara berkelompok. Kelompok inilah yang kita sebut sebagai Kelompok Masyarakat. Dan karena adanya kelompok inilah tentunya ada satu atau beberapa anggota yang di jadikan sebagai pemimpin diantara mereka. Pemimpin diperlukan karena keutuhan kelompok dan keharmonisan antar anggota kelompok tersebut harus selalu terjaga. Untuk itu diperlukan pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik serta dapat menjadi panutan bagi seluruh anggota kelompoknya.
Pemimpin adalah  figur seseorang yang bijaksana, berani mengambil keputusan dan yang paling penting berwibawa dan bisa memimpin untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin bertugas memimpin, mengatur, mengelola semua sumber daya yang ada dalam kelompok. Keberhasilan dalam memimpin sangat di tentukan dari sifat dasar pemimpin tersebut. Sehingga bakat dasar kepemimpinan dalam diri pemimpin haruslah selalu di kembangkan dan di asah setiap saat agar kepemimpinannya bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan seluruh anggota kelompoknya.
1.2    RumusanMasalah
  1. Apa pengertian kepemimpinan ?
  2. Apa pengertian organisasi?
  3. Jelaskan tipe – tipe kepemimpinan?
  4. Jelaskan teori – teori kepemimpinan?
  5. Apa arti penting kepemimpinan dalam organisasi?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan secara umum dapat di definisikan sebagai sebuah proses untuk mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada para pengikutnya dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Kemampuan memperoleh kepemimpinan merupakan proses pengaruh yang memungkinkan manajer membuat  orang –orangnya bersedia mengerjakan apa yang harus di kerjakan.
2.2 DefinisiOrganisasi
Pengertian organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
2.3 Kepemimpinan Dalam Organisasi
Kepemimpinan dalam organisasi mencakup segala aspek yang sudah dijelaskan tadi, didalamnya terdapat peran dari pemimpin dan sikap kepemimpinan yang harus dimiliki untuk mengatur organisasi tersebut, kepemimpinan tentu saja sangat penting bagi jalannya organisasi karena jika sebuah organisasi berjalan tanpa adanya unsur kepemimpinan  baik dari anggotanya maupun dari pemimpin organisasinya, maka setiap masalah yang muncul dalam berjalannya organisasi tersebut akan sulit untuk diselesaikan secara cepat dan efisien, dan ini akan mengakibatkan tujuan adanya organisasi tersebut terhambat dan kepuasan dari tercapainya tujuan tersebut persentasenya sangatlah rendah.
Seorang pemimipin yang sukses setidaknya memiliki karakteristik yang terdiri dari :
  • Cerdas
  • Terampil secara konseptual
  • Kreatif
  • Diplomatis dan taktis
  • Lancar berbicara
  • Memiliki pengetahuan ttg tugas kelompok
  • Persuasive
  • Memiliki keterampilan sosial
Dengan demikian maka seorang pemimpin akan mampu menyampaikan fungsi – fungsi kepemimpinan diantaranya adalah :
  • Menyampaikan Informasi
  • Memberikan Perintah
  • Mendelegasikan wewenang
  • Memberikan motivasi
  • Menerima Umpan balik
  • Mengkoordinasikan manusia dan pekerjaan
  • Melakukan Pengendalian
  • Seorang pemimpin harus menciptakan situasi yang tepat
  • Seorang pemimpin harus agresif.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kepemimpinan adalah Kemampuan memperoleh konsensus dan keikatan pada sasaran bersama, melampaui syarat-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja sedangkan organisasi itu pasti mengandung unsur individu yang berkumpul dalam sebuah kelompok yang memiliki tujuan tertentu, memiliki aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut, dan didalamnya terdapat susunan kepemimpinan untuk mengatur jalannya organisasi tersebut agar berjalan dengan baik.
Kepemimpinan tentu saja sangat penting bagi jalannya organisasi karena jika sebuah organisasi berjalan tanpa adanya unsur kepemimpinan yang baik dari anggotanya juga dari pemimpin organisasinya, maka setiap masalah yang muncul dalam berjalannya organisasi tersebut akan sulit untuk diselesaikan secara cepat dan efisien, yang mengakibatkan tujuan adanya organisasi tersebut terhambat dan kepuasan dari tercapainya tujuan tersebut persentasenya sangat rendah. Seorang pemimpin harus memiliki keahlian dan kemampuan sosial agar menjadi seorang pemimpin yang baik dan bertanggung jawab serta seorang pemimpin harus benar – benar dapat melaksanakan tanggung jawabnya, melakukan kontrol dan pengendalian agar tujuan didalam organisasi tersebut dapat tercapai. Karakteristik pemimpin sukses dapat kita lihat dari beberapa elemen yang melekat dalam dirinya, yakni : cerdas, terampil secara konseptual, kreatif, diplomatis dan taktis, lancar berbicara/komunikasi, memiliki pengetahuan tentang tugas kelompok, persuasive, dan memiliki keterampilan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

  • Cribbin, James. 1982. KEPEMIMPINAN MENGEFEKTIFKAN STRATEGI ORGANISASI. Jakarta : PT. PUSTAKA BINAMAN PRESSINDO.

Tugas 2 ADPU4334-Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan di Lingkungan Kerja Bab I Pendahuluan Pemimpin dalam pengertian sehari hari dapat kita artikan sebagai seb...